Ulus Pirmawan, Sosok Mandiri Pencetus Pertanian Terpadu


Tokoh inspiratif tak harus muncul dari sosok yang selalu dibincangkan di layar televisi. Salah satunya tokoh sederhana asal Gandok, Desa Suntenjaya, Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung Barat bernama Ulus Pirmawan. Sosok petani yang tekun dan pekerja keras ini layak mendapatkan kebaikan berupa Asuransi.

Sosok Pekerja Keras dan Tekun

Ulus Pirmawan atau bisa dipanggil Pak Ulus bertani sejak masih duduk di bangku sekolah dasar. Ia mulai membantu orangtuanya yang menanam kentang dan tomat di ladang. Mulai cara menanam,memupuk hingga memanen telah ia pelajari. Setelah cukup lama membantu orangtuanya, ia pun diberi lahan untuk menggarapnya sendiri.

Ia mulai menggarap lahannya sendiri saat keluar dari SD dengan luas 120 tumbak dan menghasilkan panen yang memuaskan. Pekerjaan di lahannya, dibantu lima buruh tani yang ikut  berusaha memajukan produk pertanian berkualitas. Tak hanya itu, orangtuanya juga memberikan kepercayaan untuk mencari pengepul yang menjual hasil panennya.

Awalnya ia menemukan pengepul dari daerahnya sendiri, namun harga hasil panennya kurang transparansi. Pak Ulus hanya menerima bon pembayaran dan buncis hasil pertaniannya yang dibawa si pengepul tidak tahu akan dijual dengan harga berapa. Harga yang dibeli pengepul kurang pas dengan hasil buncis super yang dipanennya.

Akhirnya ia mencari pengepul ke daerah lain yang menawarkan harga tinggi untuk buncisnya. Sebelum melakukan pembayaran, dilakukan nego terlebih dahulu dengan harga yang sekiranya lebih tinggi dari harga di Gandok. Tak puas dengan memberikan hasil panennya ke pengepul, akhirnya ia mengirim buncisnya sendiri ke Kramat Jati. 

Pencapaian yang Diraih

Berkat ketekunan dan kerja kerasnya dalam menjadi petani dapat mengantarkan Pak Ulus memperoleh penghargaan dari FAO. Bertepatan dengan Hari Pangan Sedunia yang jatuh pada tanggal 16 Oktober 2017 bersama dengan empat petani teladan lainnya se kawasan Asia. Pak Ulus berdedikasi dalam memajukan sektor pertanian. 

Ia berhasil menciptakan kemandirian yang diciptakan dan sebut dengan Pertanian Terpadu karena dapat menggabungkan manfaat dari sektor pertanian dan sektor peternakan. Ia membuat kekurangan dari kedua sektor tersebut dapat membentuk simbiosis mutualisme yaitu kotoran ternak untuk pupuk dan limbah sayur untuk pakan.

Penghargaan dari FAO ini bukan yang pertama kalinya. Sebelumnya Pak Ulus juga pernah mengikuti program pertukaran pertanian JICA sehingga ia yang hanya tamatan SD semakin luas wawasannya. Ia juga pernah peroleh penghargaan dari Pemerintah Indonesia karena mampu mengekspor buncis dengan kualitas terbaik. 

Asuransi Syariah Indonesia

Asuransi Syariah memiliki arti usaha untuk saling melindungi dan tolong menolong sesama umat dengan menginvestasikan aset yang memberikan pengembalian dalam menghadapi resiko tertentu. Tak hanya mendapat keuntungan, kita juga bisa membantu orang  lain salah satu caranya bergabung bersama Allianz syariah. 

Asuransi syariah layak diberikan kepada sosok seperti Pak Ulus atas ketekunan serta kerja kerasnya. Asuransi yang menawarkan konsep tolong menolong tidak akan merugikan kedua pihak, baik yang ditolong maupun yang menolong.

Kebaikan yang dilakukan Pak Ulus tidak hanya untuk dirinya sendiri tetapi juga untuk orang di sekitarnya. Hal ini sama seperti konsep yang dijalankan asuransi syariah yaitu saling tolong menolong dalam kebaikan. Menebarkan kebaikan dengan tetap memperoleh keuntungan.

Allianz syariah menawarkan program #AwaliDenganKebaikan yang dapat membantu tokoh inspiratif dalam menolong sesama berupa Umroh ke tanah suci. Salah satu produk dari Allianz Syariah dapat membantu sosok seperti Pak Ulus untuk pergi ke tanah suci. Produk Asuransi Syariah  bisa Anda lihat di www.allianz.co.id 

Belum ada Komentar untuk "Ulus Pirmawan, Sosok Mandiri Pencetus Pertanian Terpadu"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel